Grow Up!
GROW UP!
1 Korintus 13:11
"Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu."
Syalom...
Ini merupakan tulisan pertama saya dalam menulis Renungan Kristen, semoga renungan ini bisa memberkati banyak orang.
Judul renungan dan merupakan sebuah Visi yang perlu kita miliki adalah "Grow Up!" (Menjadi Dewasa!), Judulnya sengaja diberi tanda seru berarti ada Penekanan.
GROWING UP IS NOT A CHOICE IT IS INEVITABLE, tahukah saudara Menjadi Dewasa itu bukan Pilihan tapi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Kita tidak bisa memutuskan untuk tidak menjadi dewasa, karena waktu yang berjalan terus akan memaksakan kita untuk menjadi Dewasa.
Kita sering suka menunda untuk menjadi Dewasa apalagi di masa yang serba instant ini. Tapi tahukah saudara semakin cepat kita Dewasa, semakin cepat kita diberkati dan dipercayakan Tuhan akan hal-hal yang besar dalam hidup kita. Tuhan adalah Bapa yang baik, disaat kita dewasa dan siap menerima bahkan mengelolah sesuatu baru Tuhan berikan, kalau kita tidak dewasa saat kita diberkati dengan kelimpahan maka kelimpahan tersebut dapat membawa kita ke dalam dosa. Siap atau tidak siap kita sudah harus memikirkan kedewasaan itu.
Memang menjadi Dewasa tidak dapat dihentikan tapi kapan kita jadi dewasa itu pilihan. Satu pertanyaan yang harus kita tanyakan ke diri kita sendiri di tahun 2022 ini 'Sudakah Saya Dewasa?'. Dewasa tidak bicara umur, tapi dewasa bicara 'Karakter'.
Paulus dalam kitab 1 Korintus 13 ayat 11 mempunyai barometer yang membedakan anak-anak dan orang dewasa, yaitu orang yang dewasa akan merubah sifat atau karakternya menjadi lebih baik. Menurut Paulus ada 2 tanda orang Kristen yang dewasa yaitu :
1. Keliatan dari apa yang 'Dikatakan' (1 Kor 13:11a)
Apa yang kita katakan menunjukkan karakter kita dewasa atau tidak. Cara anak-anak bicara tidak pernah dipikir, karena anak-anak tidak mengerti dengan konsekuensinya, sebaliknya orang yang Dewasa berpikir konsekuensinya dahulu sebelum bicara. Orang yang masih anak-anak perkataannya nyelekit/menyakitkan tetapi orang yang dewasa perkataannya membangun.
Kenapa kita harus jaga perkataan kita?
Yang pertama "Supaya kita tidak Menyesal" Yakobus 1:19 (Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah), disini dikatakan kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Kalo tidak bisa jaga perkataan kita, kita tidak akan direspect sama orang. Apa yang kita katakan ada konsukensinya. Cara kita bicara sama orangtua kita, sama saudara kita, sama orang terdekat kita harus kita jaga, jangan sampai menyakiti hati mereka terutama orangtua kita supaya kita tidak menyesal.
Yang Kedua "Karena kita akan makan Buahnya" (Yakobus 3:9-12). Orang kristen pasti sadar perkataan kita punya Kuasa, apa yang kita katakan suatu hari kita akan makan buahnya, oleh karena itu kita harus penabur berkat dari perkataan kita jangan kita penabur kutuk atas diri kita sendiri. Mari setiap hari kita mulai memberkati diri kita dengan perkataan yang membangun karena kita akan makan buahnya. Dirimu berharga, orang yang dewasa akan sadar itu.
2. Apa yang kita 'Pikirkan' (1 Kor 13:11b)
Anak-anak dan orang dewasa cara berpikirnya berbeda. Apa bedanya cara berpikir anak-anak dan orang dewasa?
Yang Pertama "Anak-anak memikirkan dirinya sendiri, orang dewasa memikirkan orang lain", paling apes pacaran apalagi menghabiskan sisa hidup dengan orang yang tidak dewasa, karena mereka hanya memikirkan dirinya sendiri. Anak-anak selalu memikirkan bagaimana saya bisa mendapatkan apa yang saya mau tapi orang dewasa memikirkan bagaimana bisa jadi berkat buat orang lain. Pernah tidak kita berpikir jadi berkat untuk orang lain? Saat kita mulai memikirkan orang lain pertanda kita dewasa dan siap diberkati Tuhan.
Yang Kedua "Anak-anak berpikir tanpa adanya pengalaman, orang dewasa berpikir dengan penuh pengalaman", bedanya anak-anak dan orang dewasa adalah pengalamannya. Orang kristen yang dewasa keliatan dari caranya menghadapi masalah. Orang dewasa tahu kemana dia pergi saat ada masalah karena dia tahu segala perkara dapat aku tanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku. Karena Tuhan yang menolong Daud melawan Goliat, Tuhan yang menyertai Yosua memimpin ribuan orang di masa mudanya adalah Tuhan yang sama yg lagi sama kita melewati apapun itu. Orang Kristen yang dewasa akan menyadari bahwa Tuhan lebih besar dari masalah yang dia alami. Karena kalo Tuhan mengijinkanmu mengalaminya Dia pasti akan menyertaimu. Amin.
Referensi Renungan dari Ps. Michael Gunawan
Penulis : Chelsy Dubu

Komentar
Posting Komentar